Katroboy’s Weblog

Nama Boleh Katro… tapi Ilmu nggak donk.. :-P

Kenapa negara kita tidak mencetak uang sebanyak mungkin?

Posted by katroboy pada Agustus 28, 2008

Cetak uang yang banyak

Cetak uang yang banyak

Kemaren sore selama perjalanan pulang dari kantor ntah kenapa Katroboy ‘ngelamun’ dan mikirin keadaan ekonomi bangsa ini (ceileee… :D ), mungkin gara2 disetiap lampu merah Katroboy temuin sekarang ini koq makin banyak aja ya pengamen dan pengemisnya??! ada yang ngamen dan ngemis asal2an saja (maksudnya begini, banyak pengamen yg cuman ‘kecrek2′ doank ga jelas lagunya apa!, baik itu remaja, bapak2 ataupun anak kecil, begitu juga pengemisnya, badannya masih sehat2, anak2 kecil ataupun ibu2 yang sambil gendong anaknya) tapi ada juga sebagian kecil yang sungguh2 ngamennya, lagu nya jelas, pake gitar atau biola (suaranya lumayan bagus lagi), begitu juga ada pengemis yang memang menimbulkan rasa sedih dan iba, seperti kakek2/nenek2 yang sudah tua, ataupun orang2 cacat yang cuman bisa duduk doank di trotoar.. ahhh.. kadang2 terharu juga liat-nya, sebersit dihati timbul ‘pertanyaan': pemerintah kerjanya apaan sih?? bukannya Anak Yatim, Fakir Miskin dan Orang2 terlantar dilindungi dan dipelihara oleh negara?? (atau jangan2 di Amandemen UUD yang baru udah dihapus ya??!! hehehe.. :P )

Ok, balik lagi ke ‘lamunan’ Katroboy yang tadi, sepanjang jalan mikirin pengamen dan pengemis makin banyak aja, harga2 makin lama makin naik aja, hutang negara makin menumpuk, BBM mahal, dsb, dsb deh pokoknya.. :D Nah, akhirnya teringat lagi, dulu Katroboy sempat berpikir: “Kenapa negara kita tidak memproduksi uang sebanyak2nya aja ya?? trus bagiin tuh uang buat rakyat, lunasin hutang negara (bahkan kita pinjemin aja ke negara yg membutuhkan) atau beli BBM sebanyak2nya??!!!”  Hmmm… mungkin pertanyaan/pemikiran yang ‘bodoh’ ya??! kalau memang segampang itu rasa2nya semua permasalahan di negara ini (bahkan diseluruh dunia) pasti terselesaikan! Kayaknya ada ‘sesuatu’ nih yang Katroboy ga paham! :( dulu sempat nanya ke temen2 yang ‘katanya’ lumayan pinter ekonominya, bukannya dapat jawaban eh malah makin membingungkan aja! hehehe… (mungkin teman2 juga pernah punya pikiran seperti ini?)

Akhirnya tadi pagi, setelah nanya langsung ke ‘paman google’, Alhamdulillah dapet juga tuh jawabannya.. dan ternyata memang ga segampang itu ‘Solusinya’… Ini ada jawaban salah satu yang menurut Katroboy mudah dipahami:
“uang itu bukanlah semata-mata kertas yang dicetak atau metal yang dibentuk menjadi koin, tapi juga memerlukan jaminan yang bersifat riil. jadi untuk setiap rupiah resmi yang beredar ada sejumlah barang berharga (biasanya berbentuk emas, Emas dipilih karena sifatnya yang stabil, tahan cuaca, tidak berkarat, dll, dll dan juga karena mudah dipecah tanpa mengurangi nilainya) sebagai bentuk riilnya, yang disimpan di bank nasional (BI).
rasio antara uang yang dicetak dan jumlah uang yang beredar adalah salah satu cara menentukan nilai suatu uang. oleh karena itu bila uang yang beredar ditambah tapi jaminannya tidak ditambah maka nilai uang akan turun (inflasi). akibatnya bila biasanya Rp. 1.000 bisa membeli x barang, setelah uang mengalami inflasi Rp.1.000 hanya bila membeli 1/2 x.
dengan kata lain jumlah uangnya banyak tapi nilainya enggak ada, kalau nilainya enggak ada maka negara lain tidak mau menerima uang kita. ujung-ujungnya utang tidak terbayar dan bbm tak terborong.”

lengkapnya disini: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080527093626AA50OtA

Jadi udah jelas ya, negara tidak bisa ‘seenaknya’ saja cetak uang, harus ada ‘jaminannya’!
Semoga informasi ini membantu ya buat teman2 yang lain yang juga pernah berpikir seperti ini.. :D

About these ads

42 Tanggapan to “Kenapa negara kita tidak mencetak uang sebanyak mungkin?”

  1. Aristons said

    Ini nih yang aku cari.. dulu juga mikirnya kayak gini, tapi ga tau harus nanya kesiapa.. thanks bozzz.. artikelnya membantu sekali…

  2. queenalea said

    yeihhh tutup aje deh nih negara!…..ato minta dijajah lagi kaliii yeee?….putus asa rasanya…..ngeliatin pemerintah kok makin ga jelas gituh!

    • wah nichh.kok malah putus asa…….kok malah minta dijajah lagi, sia-sia donk pahlawan meperjuangkan NKRI..mohon maaf nich sebelumnya, sbnarnya ini lah dampak terlalu lama kita dijajah negara lain, kita sulit berkembang, malas berinovasi, kita taunya hanya disuruh seperti lembu ketika ditarik baru dia mau jalan..nah untuk merubah statement seperti ini semua terserah pada diri kita sendiri, kita harus punya skill, dan bisa berdikari, mudah2 han kita gak terlalu banyak mengeluhh..insya allah..klo saya ada salah ngomong mohon dimaafkan…

  3. sutan said

    lihat zaire, inflasi sampe 7200%. Bayangkan! cuman beli sayur doang ke pasar kudu bawa segepok duit. bank sentralnya nerbitin duit dengan nominal selembar 5.000.000.

    nah, kalo ente2 mo jadi orang super kaya, datanglah ke sana. :-)

  4. garudatp said

    harusnya negara kita bisa cetak uang yang banyak. maksudnya cetak uang melalui kekayaan SDA, seperti penambangan gunung emas di papua. tau nggak..nilainya ribuan triliun lho..tapi indonesia cuman kebagian dikit persen. sangat disayangkan..

  5. yulism said

    Uang memang bikin orang…mabuk kepayang, Emang masih ada yang mikirin tingkat inflasi dan kondisi perekonomian Indonesia? Mas katro, Lha wong semua pada mikirin caranya bisa jadi Presiden tuh, tadi pagi baru tlp ibu, cerita tentng Pemilu di US dan di Indo katanya calon presidenya buuaaannnyyyakkk buuuaaaanngeet te mas, bingung mau milih yang mana. thanks

  6. oh iya, sampe lupa saya masih punya negara….
    jadi keingetan lagi gara-gara baca tulisan ini…
    kmana aja tuh pemerintah ya?
    belom pada bangun kali ya….
    lupa, soalnya negara menjamin hak hidup aku sih gak terjamin…
    negara mengentaskan kemiskinan, aku masih miskin…
    negara mencerdaskan bangsa… aku berhenti sekolah karena biaya…
    apa itu negara?
    sesuatu yang terbentu dari kesepakatan individu dengan individu membentuk masyarakat, masyarakat membangun semacam strukturlah… ada leader dan rakyat, kesepakatannya adalah rakyat diurusi negara…
    wew… dah lama gak suka sama negara, cinta dan benci sekaligus…
    hehe…aku OOT ya Mas Katro? piss ya… puya sentimen tersendiri :)

  7. fan said

    Kalo cetak uang sebanyak mungkin, kasihan para koruptor … tambah bingung aja mau ngaturnya. Simpan di mana gitu. Saking banyaknya uang nan mesti di-tilep….

  8. betul sekali alasan tersebut. Secara sederhana pikirkan begini: Di negara kita, ‘mata uang’ adalah ‘nenas’. Di negara lain, ‘uang’ adalah kertas. Kalau ‘nenas’ kita kebanyakan, harganya jadi jatuh, mengapa karena demand ‘nenas’ berlebihan. Jadi rupiah tidak dapat dicetak berlebihan, karena nilainya akan justru merosot di dunia internasional. Rupiah bukan uang yang demandnya tinggi seperti USD, EUR, atau GBP. Bila demand yang tidak tinggi ini dibarengi dengan pencetakan uang berlebihan, maka apa yang ditunjukkan oleh nominal IDR 20.000 bukan lagi mengacu ke Big Mac, tetapi bisa-bisa ke gelas bekas aqua. Saya kira di Fakultas Ekonomi silabus Ekonomi Makro dijelaskan tentang ini.

  9. woo … sori, salah, aku ralat ya, ….

    Kalau ‘nenas kita kebanyakan, harganya jatuh, mengapa, karena demand ‘nenas’ makin turun atau karena overstock.

    Sekali lagi sori …

  10. Abu Ja'far said

    suatu saat uang kertas dan segala bentuk mata uang akan tidak ada harganya…

    karena, semua emas akan berada ditangan orang-orang tertentu nantinya (mungkin sudah ada yang tahu siapa mereka).

    kalau uang kertas sudah tidak ada harganya, yang memiliki banyak emas yang akan menguasai dunia.

    itulah mengapa uang kertas diciptakan di dunia sebagai media pertukaran.

    • mahendros said

      kalo masih bertahan pake uang kertas ya gak pa pa.. asalkan jaminanya (backingnya) ada… atau kertasnya dari emas aja deh… kalo sekadar kertas gak da nilainya tuh.. tertipu kita.. itu kertas cuma alat bayar tapi bukan alat tukar… bodoh deh kita klo begito.. nah kebijakan quantitative easing membuktikan uang kertas dicetak asal-asalan gak da backingnya… yg untung siapa? kaum pemodal, intelektual-investor, bankir (mereka bertiga mirip2 lah tuh)… selebihnya rugi (tp kalo merasa untung, absurd tuh)

  11. tejo said

    ya,jadi turun lah nilai uang kalo kebanyakan uang beredar!

  12. masbadar said

    bisa jadi nanti sekilo beras ditukar dengan sekilo uang kertas seratus ribuan.. BTW: ati-ati menjelang pemilu: politikus busuk banyak menggunakan uang palsu untuk membayar massa yg emang bayaran.. :D

    http://masbadar.wordpress.com

  13. goblog24 said

    Iyaaaa…tambahan juga..katroboy, jangan sampe negara kita kayak zimbabwe..!!
    dulu jaman orde lama waktu kita inflasi hampir 600 %, banyak orang jadi gila karena ada pemotongan uang..
    zaire 7200 % orang udah mendecak kaguum…
    zimbabwe mencetak rekor!!….120 ribu %inflasinya..
    kabar terakhir mereka sampe 11.2 JUTA % inflasinya..!!!
    peringatan aj buat para pejabat BI… JANGAN OUTSOURCING PEGAWAI DARI ZIMBABWE…!!
    gambaran aj : waktu zimbabwe masih 120 rb inflasinya..
    i00 rupiah = 1,8 Milyar dollar Zimbabwe..
    Ada yang mau investasiiii???

  14. goblog24 said

    maaf, maksud saya waktu itu Rp 1000 = 1,8 M Z$. Dengan nilai inflasi sekarang, blum ada yg konversi lagi…silahkan, do the math..!

  15. sitidjenar said

    waduh mau ke sana ah biar jadi miliarder…

  16. goblog24 said

    betruull sekali sitinurbaya…!!
    sekarang anekdotnya : “20 % jutawan, 80% miliarder tapi 100 % miskin”
    hehehe…tapi kalo mau nyoba, beli aja uang sana..tunggu 10 taun lagi..sapa tau..?

  17. Yusup said

    baru tahu aku mas, tp klo pemerintah kelebihan cetak uangnya saya menerima dengan lapang dada koq hehe

  18. thanks udah sharing

  19. Wah postingannya mantep, bagus-bagus!

    Nggak heran yang kasih koment banyak banget. Salam kenal yah!

    Lagian, emang bisa mencetak uang sebanyak mungkin? uangnya siapa? :) macet aja belum bisa diatasi. :)

    Tapi tetap optimist kedepan akan jauh lebih baik!

  20. dharma said

    Emmm…. masalah uang ya… susah nak cakaplah..he.. he.. memang tidak semudah itu yang namanya mengurusi uang, apalagi nega Indonesia ini masih ditekan oleh negara asing. Hal itu dikarenakan kesalahan kita sendiri, sebenarya bisa mandiri dengan mengandalkan kakayaan alam yang melimpah, tetapi dikarenakan sifat orang yang rakus demi kepentingan sendiri maka kekayaan alam ini di jual secara diam-diam dan jadi milik orang lain. Salah satu contoh : penambangan Minyak Bumi, Negara kita kaya akan hasil minyak bumi, tapi yang mengelola pihak asing, jadi kita beli lagi kemereka.. bodohkan? tp alasannya sudah diatur oleh pihak asing.. tp sama saja, akibatnya BBM naik perbarelnya kita yang merasakan dampaknya… tapi sebagai sorang pedagang saya tidak pusing.. ” Harga naik ya jual mahal, Harga murah ya jual murah.. tapi kalo naiikkkk terus siapa yang mo beli!!! benerkan?. Kami masih percaya pada Negeri ini bisa maju dan berkembang dengan pesat, dengan menjaga amanah rakyat… Hidup Indonesiaku!!

  21. cahyo said

    Kenapa
    gak
    “BIKIN JAMINAAAAAN YANG BANYAK AJA”

  22. indra hsb said

    kalo emang BI BISA MENCARI JAMINAN YANG BERSIFAT RIIL UNTUK BISA MENCETAK UANG SEBANYAK0BANYAK NYA,,,PASTI NYA DINEGARA KITA GA ADA LGI MASALAH..! TIAP2 ORANG UD PUNYAI ARGUMENT YANG KUAT DAN PATUT DIPERTAHAN KN MENGENAI MASALAH INI,,JADI ..” INI BISA DIANGGAP PERDEBATAN YANG GAK PENTING UNTUK DIPERDEBATKN..KARENA KITA HANYA BISA MENUNGGU SESEORANG UNTUK BISA MEWUJUDKAN NYA DAN MEJADIKN PEMERINTAHAN DINEGAR KITA SEJAHTERA…

  23. Teja Suar said

    semua uang yang beredar di indonesia itu uang palsu. makanya inflasi terus. karena awalnya juga memang tidak ada harganya. bahkan tidak ditunjang dengan logam mulia. sistem uang kertas yang ditunjang emas sudah runtuh pada kejadian di bretton wood.

    uang asli yang betul hanya uang emas atau perak sebagaimana yang diwajibkan Islam untuk digunakan dalam ekonomi. pada akhirnya tidak lama lagi uang kertas hanya bisa dipakai sebagai wallpaper

  24. lela said

    goog answer…..
    makasih ya atas ilmunya,,,,,
    sebernanya bukan cuma orang awam aja yg gag ngerti permasalhan ekonomi,,,
    misalnya pengaruh pencetakan uang terhadap negara itu sendiri..
    emg ilmu okonomi tu membigungkan karena terlalu bnyak teori,,jadi perlu kajian dan pemahaman yg dalam untuk bisa memahaminya,,,,,

  25. taufik said

    berdasar info via…………..

    http://indonesiagolddinar.blogspot.com/2012/02/sejarah-uang-di-nusantara-dari-dinar-ke.html

    “pada tanggal 26 Oktober 1946 Presiden Sukarno dan menteri keuangan saat itu menerbitkan UU No. 19 tentang penerbitan ORI (Oeang Repoeblik Indonesia) dengan dasar 10 rupiah yang sebanding dengan 5 gram emas murni”

    lalu….
    Apakah dasar hukumnya pencetakan rupiah di indonesia tanpa jaminan emas ?
    mohon info gan…

  26. thanks atas infoX gan,,,,sekarang jadi ngerti bagaimana sebab akibat nilai uang …:D

  27. Gunawan said

    Aku mo nanya, siapa yang menggunakan pencetak uang?… N siapa nama nya?…

  28. lena said

    galaaaaakgaaaaaaak, uang dimono mono

  29. Amir Kiat said

    Makanya kembalikan fungsi emas yang sebenarnya yaitu sebagi nilai tukar. Di Amerika saja sudah ada yang memakai emas sebagai uang karena tidak percaya lagi dengan uang kertas. Dan krisis ekonomi dunia saat ini terjadi karena salah satunya memakai uang kertas. Dan perlua diingat bahwa sejak tahun 71 dollar dicetak tidak lagi memakai jaminan emas.

  30. untung said

    taukah teman2 mesin pencetak uang rupiah kita siapa yang buat???(ada yg bilang dr Swiss)
    bagaimana klo negara atau perusahaan yang membuat mesin cetak uang Indonesia memproduksi uang rupiah sendiri terus membuat bank swasta di Indonesia untuk mengedarkan uang cetakanya yang 100% mirip dngn nmer seri dibikin sendiri ..
    prosesor bisa ditiru ,ram bisa ditiru komputer bisa ditiru masa’ secarik kertas gk bisa di tiru ama mereka2 yang punya teknologi tinggi serta ilmu yang mumpuni …
    klo smua orang sadar maka smuanya akan kembali ke aturan / sistem Allah.
    yakinlah…

  31. negara kita sebenarnya udah banyak punya uang,tapi sayangnya banyak yang di korupsi jadinya rakyat kecil menderita

  32. bambang said

    Siapa yang mengawasi jamnan?pemerintah cukup diam2 saja mencetak uang kan gak ada masalah..trus bagiin dah ke fakir miskin..pengusaha juga gak bakal tau kalo ada uang berlebih sehingga tidak ada harga barang yang naik..kita cukup mengcover fakir miskin untuk naik diatas garis kemiskinan..minimal bisa menjamin biaya pendidikan mereka..KALO KITA HANYA BISA BERBICARA DAN MEMBAYANGKAN TEORI BODOH YANG DIPELAJARI DI PERKULIAHAN YA SEPERTI INI LAH HASILNYA…SEMUA TERSISTEM..MEMPERSEMPIT KREATIFITAS BERFIKIR DAN BERTINDAK…
    PIKIRAN BODOHNYA GINI…”EMANG LO TAU KALO PEMERINTAH SEKARANG LAGI CETAK UANG???” KAN GAK ADA YG TAU…
    MENINGKATNYA DAYA BELI MASYARAKAT TIDAK SELALU BERBANDING LURUS DENGAN KENAIAN HARGA..SEANDAINYA DAYA BELI NAIK YA PEMERINTAH CUKUP MENGONTROL HARGA DIPASARAN…JUSTRU KENAIKAN HARGA ITU LEBIH DIKARENAKAN NAIKNYA HARGA KOMODITI POKOK SPT BBM…

    • PUTRA said

      benar jutga ya/ kalausaya hitung orang indonesia lebih banyak tidak bisa makan atapi yang kaya semua seperti monyet,tidak tau ada orang yang hidup nya susah . negara milik SIAPA YA RAKYAT YANG MANA YA ADUUUUUUUUUUUUUUH BINGUNG BINGUNG 100000000000000000000000000000000000000000X

  33. YOGI DARMAWAN said

    tank info nya

  34. bagas said

    hhmhhhhh….. mending usir aja negara kafir itu (USA) dari papua. mungkin pt freeport di papua sudah banyak memproduksi emas, tapi klo diusir sebelum habis kan lebih baik? bayangin aja, sejak pertama berdiri sampe sekarang yang diproduksi sudah sebesar 1.329.000.000.000.000. Wow! ada yang bisa bantu saya hitung angka nol nya? itu bukan hoax, asli. perusahaan asal amerika itu telah menghasilkan emas sebanyak itu. wah klo indonesia yang kelola kayak apa ya ni negara??????????

  35. rahmat said

    Rp = mata uang = alat tukar = tidak bernilai

    uang = emas/perak/jasa = bernilai

    Rp tidak sama dengan uang (Rp dicetak berdasarkan jaminan Pemerintah kepada BI) = (Pemerintah berhutang kepada BI + bunga)

    “Rp (mata uang)” yang ada dikantong kita sekarang = hutang “(Rp = hutang)”

    BI (Bank Indonesia) (Bank Sentral) tunduk atau mengadopsi konvensi “bretton wood”

    konvensi “bretton wood” berisikan perjanjian bahwa hampir seluruh Bank Sentral di seluruh dunia dalam mencetak/mengeprint mata uang di suatu negara tidak lagi berdasarkan jaminan emas/logam mulia.

    Semua negara yang mendirikan bank sentral terikat/mengadopsi perjanjian tersebut.

    Pertanyaan: “kenapa 1US$ = Rp 11.500 ??? siapa yang menetapkan? atas dasar apa?

    Diibaratkan USA dan Indonesia sebuah rumah: siapa yang lebih kaya, US atau indonesia?

    • mahendros said

      i like u comment.. siapa yg untung atas inflasi dan devlasi.. satu-satunya cuma bank.. itulah tujuan sebenarnya pendirian bank.. bukan untuk kesejahteraan umat manusia tapi untuk sejahteraan kaumm pemodal aja.. percaya deh s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: