Katroboy’s Weblog

Nama Boleh Katro… tapi Ilmu nggak donk.. :-P

Renungan: Empat Istri

Posted by katroboy pada September 1, 2008

Ini ada cerita yang Katroboy dapat melalui email dari seorang teman, lumayanlah buat bacaan sambil nunggu buka puasa..πŸ˜€

Suatu ketika, aada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dans elalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temennya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.

Kapanpun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melalui masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganua. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, “Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan.”

ISTERI KE-4 : NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil isterinya dan bertanya pada isteri ke-4nya. “Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?” Ia terdiam…. “Tentu saja tidak!” jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan-akan ada pisau terhunus dan mengiris-iris hatinya.

ISTERI KE-3 : MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. “Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?” Isterinya menjawab, “Hidup begitu indah di sini, aku akan menikah lagi jika kau mati”. Bagai disambar petir di siang bolong, sanag pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badan terasa demam.

ISTERI KE-2 : SAMPAI LIANG KUBUR
Kemudian ia memanggil isteri ke-2. “Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?” Jawab sang isteri, “Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantinya akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”

ISTERI KE-1 : SETIA BERSAMA SUAMI
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, “Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu”. Pria itu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam. “Kalau saja aku bisa merawat lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku.”

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.

Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.
Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yangtersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepda yang lain. Mereke akan berpindah dan melupakann kitayang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN
Seberapa pun dekat hubungan kita denganmereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.

Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.
Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukan jiwa kita denganbijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapapun keilnya bantuan kita, permberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.

8 Tanggapan to “Renungan: Empat Istri”

  1. muhammadershad said

    siip daah

  2. Penuh wawasan dan pencerahan, thanks, 4 istri, kirain beneran.πŸ™‚

  3. Syafree said

    Mantap…
    Saya belum nikah BangπŸ™‚

  4. mantox71 said

    Nice.. kirain ttg poligami beneran.. hehehe.. salam kenal bung katro.. blog anda emang bener2 T O P Be Ge Te!πŸ˜€

  5. HeLL-dA said

    Wow!
    Great post..
    Di awal-awalnya, saya kira ttg poligami, ternyata benar-benar pengingat yg bagus…
    πŸ˜‰

  6. yulism said

    Renungan yang sangat menarik, Katro. Ditunggu renungan yang lainnya. thanks

  7. m.juf said

    bagus juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: